Presiden Jokowi Tidak Hadir di Acara HUT Ke-51 PDIP, Ganjar Pranowo Sebut Ada Tugas Kenegaraan

Berita62 Dilihat

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo menilai ketidakhadiran Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di HUT ke-51 PDIP bukan bentuk perpecahan.

Disampaikan Ganjar Pranowo, jika Presiden Jokowi tak hadir lantaran ada tugas kenegaraan.

“Tidak, kecuali beliau ada di Indonesia dan tidak hadir,” tutur Ganjar Pranowo seusai hadir HUT PDIP di Sekolah Partai Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (10/1/2024).

Ganjar Pranowo juga mengatakan, kalau Jokowi sedang melakukan kunjungan ke luar negeri.

Baca juga: Ganjar Masih Belain Jokowi, Tidak Hadiri HUT Ke-51 PDIP Bukan Tanda Bentuk Perpecahan

Maka dari itu, wajar jika Presiden Jokowi tidak hadir dan diwakili oleh Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin.

“Saya kira bukan persoalan itu, Tapi kalau soal netralitas pasti semuanya berharap ada netralitas, yang di sampaikan Bu Mega (Megawati Soekarnoputri) adalah peringatan bagi kita semua untuk netral. Ketika semua netral pasti akan menjadi harapan rakyat itu saja,” pungkasnya.

Sebelumnya, Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto menjelaskan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 PDIP yang akan digelar pada 10 Januari 2024.

Adapun tema yang diusung yakni ‘Satyam Eva Jayate, Kebenaran Pasti Menang’, perayaan HUT ke-51 PDIP akan dibuka di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan pada pukul 10.00 WIB.

Hal itu disampaikan Hasto pada konferensi pers persiapan peringatan HUT ke-51 PDIP di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Senin (8/1/2024).

“Sekolah partai merupakan tempat untuk mendidik kader-kader partai yang punya moralitas dan etika politik yang baik, memiliki komitmen kerakyataan menjadikan falsafah Pancasila dengan komitmen pembebasan nasib wong cilik terus menerus di perjuangkan oleh seluruh kader partai,” ujar Hasto.

Hasto mengatakan, peringatan HUT ke-51 PDIP merupakan momentum untuk melakukan kritik-otokritik atas perjalanan PDIP dan rekam jejak sejarah yang begitu panjang.

Baca Juga  Gus Yaqut Kagumi Prabawo: Seperti Kereta selalu Tepat Waktu dan Baru Berhenti ketika Tujuan Tercapai

Apalagi, jauh sebelum Indonesia merdeka melalui Partai Nasional Indonesia (PNI) yang didirikan oleh Bung Karno.

“Kemudian masa-masa yang tidak mudah setelah 10 Januari 1973. terjadi pembentukan PDI dalam rangka stabilitas politik. Dan PDI saat itu hanya menjadi asesoris demokrasi, dengan tradisi intervensi kekuasaan pemerintahan yang sangat otoriter,” ujar Hasto.

“Dan kemudian PDIP mendapat kepercayaan dari rakyat menang Pemilu, kemudian dua periode berada di luar pemerintahan, dan kemudian dipercaya rakyat kembali.”



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *