Minahasa Membangun dan Multi Garam Utama Jadi Emiten Terbaru BEI Hari Ini : Okezone Economy

Berita656 Dilihat

JAKARTA – PT Minahasa Membangun Hebat Tbk (HBAT) dan PT Multi Garam Utama Tbk atau FOLK Group (FOLK) segera melantai (listing) perdana sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini. HBAT dan FOLK akan menjadi perusahaan tercatat ke-54 dan ke-55 di BEI tahun ini

Mengutip laman e-IPO, Senin (7/8/2023), HBAT menawarkan 240,74 juta saham atau 23,13% dari modal ditempatkan dan disetor. Dalam IPO ini, saham ditawarkan di harga Rp108 sehingga potensi dana yang dihimpun adalah Rp26,00 miliar.

Sebanyak 46% dana tersebut akan digunakan untuk pembelian landbank di sejumlah wilayah, seperti di Kabupaten Minahasa hingga Kota Manado. Kemudian sekitar 45,36% akan digunakan untuk biaya pembangunan fasilitas umum serta sarana dan prasarana perumahan seperti kantor marketing, club house dan kolam renang di Perumahan Sawangan Permai.

Sisanya akan digunakan untuk modal kerja HBAT antara lain untuk pembayaran kepada kontraktor dan pemasok.

Adapun HBAT adalah perusahaan lokal yang bergerak di bidang real estat yang melakukan usaha pengembangan perumahan di kawasan Manado, Sulawesi Utara, Indonesia.

Didirikan tahun 2020, HBAT punya beberapa tim yang sudah memiliki portofolio di bidang properti seperti Hotel, Resort & Perkantoran di berbagai kota di Indonesia membuat Perseroan mampu mengembangkan proyek pertamanya di Kawasan Sawangan, Minahasa.

Kemudian dalam proses IPO, FOLK Group akan melepas 570 juta lembar saham baru, setara dengan 14,44% dari modal ditempatkan dan disetor, dengan harga penawaran Rp100 per lembar.

Dengan demikian, potensi dana segar yang dihimpun dalam aksi IPO ini mencapai Rp57 miliar. PT KGI Sekuritas Indonesia dan PT Samuel Sekuritas Indonesia menjadi penjamin pelaksana emisi efek IPO FOLK.

Baca Juga  Prabowo-Gibran Disebut Perpaduan Senior-Junior untuk Hadapi Dunia yang Sedang Bergejolak

Baca Juga: Bertabur Hiburan dan Edukasi Keuangan, Pesta Rakyat Simpedes 2023 Siap Menyapa Warga Bandung


Follow Berita Okezone di Google News


Rencananya, dana hasil penawaran umum sebanyak 22,76% akan digunakan untuk penyetoran modal kerja ke PT Finfolk Media Nusantara, 19% untuk pembayaran jasa kontraktor, 17,5% untuk pembelian saham PT Untung Selalu Sukses (USS), dan 12,38% akan dipinjamkan ke PT Drsoap Global Indonesia (DGI).

Kemudian sekitar 11,9% akan dipinjamkan ke PT Amazara Indonesia Mudakarya (AIM), 6,54% akan dipinjamkan ke PT Syca Kreasi Indonesia (SKI), 5,10% untuk pembelian software, dan 4,82% untuk modal kerja FOLK.

Sedangkan FOLK bergerak untuk membangun ekonomi kreatif melalui media, brand, dan intelektual property dengan misi untuk membangun ekosistem yang scalable dan sustainable dengan berkolaborasi aktif dengan para disruptors.

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *