Kondisi Masih Hamil, WNA Tiongkok Eks Napi Narkoba Ditangkap Saat Buka Salon di Penjaringan

Berita350 Dilihat

WARTAKOTALIVE.COM – Seorang wanita warga negara asing (WNA) asal Tiongkok yang masuk tanpa izin ke Indonesia ditangkap Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Utara.

TN (43) diketahui merupakan residivis kasus narkoba yang nekat memalsukan identitasnya demi membuka gerai salon kecantikan di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara.

WNA yang sedang hamil tersebut ditangkap pada 25 September 2023 lalu ketika sedang menjaga gerai miliknya di salah satu ruko di Penjaringan.

Ketika itu, TN dan dua WNA Tiongkok lainnya yang bekerja di ruko tersebut sempat berupaya kabur dari kejaran petugas.

Saat berhasil diamankan, petugas imigrasi langsung menginterogasi dan meminta dokumen keimigrasian ketiganya.

Namun, TN tidak dapat menunjukkan dokumen keimigrasian resmi sehingga yang bersangkutan digiring ke Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Utara.

“Dari ketiganya petugas meminta pemeriksaan dokumen namun hanya dua yang hanya bisa menunjukkan dokumen, TN tidak bisa,” ucap Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta Sandi Andaryadi dalam konferensi pers di Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Utara, Senin (11/12/2023).

Menurut Sandi, TN berupaya mengelabuhi petugas dengan mengaku sebagai WNI naturalisasi.

Wanita ini juga menunjukkan fotokopi KTP dari telepon selulernya untuk meyakini petugas bahwa dirinya sudah resmi menjadi WNI.

Tak mau begitu saja percaya, petugas Imigrasi Jakarta Utara melakukan penyidikan dengan menelusuri KTP yang ditunjukkan TN.

Nyatanya, dari hasil penelusuran KTP, petugas mendapati bahwa TN memalsukan identitasnya untuk bisa masuk ke Indonesia.

TN sebelumnya dideportasi pada 30 Agustus 2022 setelah dipenjara selama 6 tahun terkait kasus narkoba.

Diduga kuat, TN kembali datang ke Indonesia melalui “jalan tikus” alias pintu masuk ilegal di perbatasan Malaysia-Indonesia di Pulau Kalimantan.

“Yang bersangkutan tidak sampai setahun di negaranya, kemudian diduga masuk melalui jalur tidak resmi atau jalan tikus di daerah Kalimantan Barat,” ucap Sandi.

Baca Juga  Ponsel OPPO A98 5G Resmi Dijual Perdana di Indonesia, Harganya Rp 4.899.000

TN kini sudah diproses untuk segera dipenjara dan dideportasi lantaran disangkakan melanggar pasal 113 Undang-undang nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian.

(TribunJakarta.com)



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *