Gerakan Boikot Produk Israel Starbucks dan H&M Terancam Tutup, Impor ke Indonesia Anjlok

Berita271 Dilihat

WARTAKOTALIVE.COM – Perusahaan yang berafiliasi dengan Israel mulai berjatuhan alias terancam bangkrut akibat aksi boikot serentak di dunia. 

Gerakan boikot produk pro Israel mulai berdampak negatif kepada perusahaan-perusahaan yang dinilai mendukung aksi serangan Israel ke Palestina.

Diketahui, sejak konflik antara Israel dan Hamas meletus pada 7 Oktober 2023, banyak perusahaan asal Amerika menawarkan dukungan kepada Israel untuk melakukan serangan hingga menewaskan 18.000 warga Gaza.

Alasan ini sontak mendorong warga dunia untuk gencar melakukan Gerakan Boycott, Divestment, Sanctions (BDS) melalui aksi boikot terhadap produk-produk yang terafiliasi atau mendukung Israel.

Perusahaan yang berdampak dari gerakan ini yakni Starbucks dan H&M.

Baca juga: Warga Israel Mendemo Tentara IDF Usai Tewasnya Tiga Warga Israel di Gaza

Starbuck sendiri sebenarnya tidak memberikan dukungan finansial untuk Israel, namun perusahaan tersebut baru – baru ini menggugat serikat pekerjanya yang memberikan dukungan untuk Palestina.

Imbasnya sejumlah negara kompak melakukan aksi boikot pada Starbucks hingga perusahaan merugi 12 miliar dolar AS atau sekitar Rp 186 triliun (satuan kurs Rp 15.528).

Tak hanya itu akibat dari Gerakan BDS itu saham Starbucks turun 1,6 persen, menandai penurunan terpanjang sejak perusahaan tersebut berdiri pada tahun 1992.

Gerai kopi Starbucks . (warta kota)

Dampak dari kerugian finansial ini, seorang karyawan Starbucks asal Maroko yang tak disebutkan namanya melaporkan bahwa perusahaan sudah menginfokan beberapa staff bahwa mereka akan dipecat karena penjualan yang turun signifikan akibat boikot yang sedang berlangsung.

“Starbucks turut mengumumkan keputusan mereka untuk menghentikan 18 operasi tokonya yang ada di Maroko mulai 15 Desember, seiring dengan menurunnya laba penjualan akibat aksi boikot,” jelas karyawan Starbucks dikutip dari Morocco World News, yang ditulis Senin (18/12/2023).

Baca juga: Bos Tesla Elon Musk Setuju dan Dukung Israel Tumpas Habis Hamas, Warganet Indonesia Kompak Boikot X

Baca Juga  Hasil Latihan Bebas 2 MotoGP Austria 2023: Marc Marquez Terhempas dari 10 Besar, Brad Binder Menggila! : Okezone Sports

Pemecatan serupa juga menyasar karyawan Starbucks di gerai cabang Mesir, sumber kepercayaan The New Arab menyebut bahwa perusahaan mulai memangkas karyawan akibat penjualan yang turun pasca boikot.

“Saat ini, perusahaan memangkas pengeluaran dan memaksa pekerja yang tersisa untuk kerja lebih keras daripada yang seharusnya untuk mengkompensasi kekurangan staf,” ujar karyawan Starbucks di gerai cabang Mesir.

Selain Starbucks, perusahaan pakaian dengan brand H&M mengumumkan gulung tikar mulai akhir tahun 2023.

Menurut informasi yang dikutip dari web lokal Morocco World News, H&M secara resmi akan menutup empat toko cabangnya yang ada di Maroko sebelum akhir tahun 2023.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *