Direktur Eksekutif GIP Ungkap Dukungan Pimpinan Ponpes Buntet Cirebon di Pilpres 2024

Berita221 Dilihat

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Direktur Eksekutif Gerbang Informasi Pemerintahan (GIP) Miqdad Husein dari awal meragukan kiprah KH. Adib di TPN Prabowo Gibran.

Lantaran kesibukan masing-masing belum sempat saling tabayyun untuk mengecek kebenaran bergabungnya KH. Adib ke TPN Prabowo Gibran.

“Saya mengenal beliau sebagai seorang idealis dan memiliki komitmen moral tinggi. Beliau sangat dekat dengan Gus Dur. Karena itu sangat tidak mungkin beliau mendukung pasangan yang terbukti melanggar etika atau produk pelanggaran etika,” papar Miqdad, saat berkunjung ke Islamic Center At Taqwa Cirebon.

Baca juga: Ganjar Pranowo Berniat Jadikan Indonesia Pusat Herbal Dunia

Hal itu disampaikan Migdad Husein menyusul penegasan Pimpinan Pesantren Buntet KH. Adib Rofiuddin Izza yang memberikan dukungan kepada Calon Presiden (Capres) Ganjar Pranowo sekaligus merupakan klarifikasi dan bantahan langsung terhadap klaim sepihak dari kubu TPN Prabowo Gibran.

Sebelumnya, pasangan Prabowo-Gibran mengumumkan Tim Pemenangan Nasional (TPN) mencantumkan nama pimpinan Pesantren Buntet kharismatik itu.

Saat itu, banyak kalangan mempertanyakan kebenaran masuknya KH. Adib ke susunan TPN Prabowo Gibran.

Baca juga: Ganjar Pranowo Launching Program 1 Keluarga Miskin 1 Sarjana, Surono: Mimpi Anak Saya Bisa Terwujud

Masyarakat yang mengenal kapasitas dan krebilitas KH. Adib sangat meragukan keberpihakannya kepada pasangan nomor urut 2.

Dan ternyata terbukti KH. Adib ternyata memberikan dukungan ke Ganjar Pranowo.

Migdad Husein menyatakan bahwa secara logika lineer, seorang yang memiliki standar moral tinggi apalagi berlatarbelakang pesantren, terasa aneh jika mendukung produk pelanggar etika.

Unsur utama yang membentuk etika itu, katanya lagi adalah moral. Melabrak dan melanggar etika berarti tidak memiliki moral.

“Apa iya, tokoh agamawan yang konsisten pada ajaran agamanya akan mendukung produk pelanggar etika? Jika itu terjadi sama saja dengan ikut melabrak etika dan moral,” tegasnya lagi.

Baca Juga  Aksi Solidaritas 2 Juta Warga Indonesia di Monas Bikin Warga Gaza Palestina Menangis Haru

Baca juga: Bertemu Petani di Sukoharjo, Ganjar Dapat Aduan Pupuk Bersubsidi Alami Kelangkaan

Saat ini sebagian besar tokoh agama yang telah mengetahui proses awal pasangan salah satu Capres Cawapres yang berdasarkan keputusan Mahkamah Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) terbukti melanggar etika, mulai berpikir ulang mengevaluasi sikapnya.

Para tokoh suci itu bahkan mulai bergerak mengajak dan berupaya menyelamatkan masyarakat agar tidak ikut membenarkan pelanggaran etika.

“Para tokoh agamawan kini berusaha keras menyelamatkan masyarakat agar tidak melakukan dosa massal, ikut-ikutan mendukung pelanggar etika,” tegas Miqdad.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *