Bejat! Argiyan Sempat Perkosa Kekasihnya yang Tewas Dicekik di Sebuah Kontrakan di Depok

Berita83 Dilihat

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Sebelum tewas dicekik, korban pembunuhan, KRA (20) ternyata sempat diperkosa Argiyan Arbirama (20) di kontrakan kawasan Depok.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra, dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (22/1/2024).

Sebelum kejadian tersebut, pelaku dan korban sudah saling kenal selama empat bulan melalui aplikasi media sosial Line.

Namun, dalam kurun waktu itu, keduanya belum pernah bertemu.

“Kemudian janjian, bertemu, langsung jadian pacaran berjalan pacaran sekitar 2 minggu,” ujar Wira.

Pada Kamis (18/1/2024) siang, pelaku menghubungi korban untuk mengajak bertemu dengan modus ngopi bareng.

Baca juga: Ditangkap di Pekalongan, Pelaku Pembunuhan Kekasihnya Sendiri di Depok Dibawa ke Polda Metro Jaya

Baca juga: Argyan Abhirama, Pria yang Bunuh Mahasiswi di Depok, juga Dilaporkan Memperkosa Wanita lain

Pelaku bahkan minta dijemput di kontrakan kawasan Depok. Korban sempat menolak, lalu pelaku memaksa agar mau menjemputnya.

“Setelah sampai di rumah pelaku, korban diminta masuk rumah dan pelaku langsung menutup pintu rumah dan menguncinya. Korban sempat duduk sebentar dan ke kamar mandi,” katanya.

Usai dari kamar mandi, pelaku kemudian langsung menarik korban ke dalam kamar.

“Kemudian pelaku memegang tubuh korban dan korban berontak sambil teriak-teriak, pelaku panik dan langsung mencekik korban sampai lemas, lalu membuka baju dan celana korban,” ucap dia.

“Kemudian memperkosa korban. Setelah selesai memperkosa, pelaku memakaikan baju dan celana korban kembali karena masih gerak-gerak, kemudian pelaku mengikat tangan dan kaki korban
dengan menggunakan sarung bantal,” lanjutnya.

Baca juga: Terungkap Motif Pembunuhan Mahasiswi oleh Kekasihnya di Depok, Berawal dari Sebuah Foto

Usai membunuh korban, Argiyan sempat menghubungi ibu kandungnya dengan memberitahu ada seorang perempuan di kontrakan.

Baca Juga  Membuat Integrasi Ai Dalam Dunia Seni

“Sebelum kabur, pelaku sempat ngechat WA (WhatsApp) ibunya bahwa di rumah ada perempuan yang diikat, lalu pelaku meninggalkan korban dan kabur dari rumah, kemudian ibu pelaku sampai rumah diketahui korban sudah meninggal,” kata Wira.

Pelaku kemudian berhasil ditangkap di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah kurang dari 24 jam pada Jumat (19/1/2024).

“Untuk soal kabur ke mana ini, (di Pekalongan) ke rumah neneknya,” tutur dia.

Atas perbuatannya, Argiyan dikenakan Pasal 338 KUHP dan atau 285 KUHP dan atau 351 ayat (3) KUHP. (m31)

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *